2016-05-18

Innalilahi, Deddy Dores Meninggal Dunia

 

Innalillahi wainna illaihi raajiun..
Kabar duka datang lagi dari dunia selebritis tanah air. Deddy Dores menghembuskan nafas terakhirnya Selasa (17/5) malam pukul 23.45 WIB akibat serangan jantung di RS Bintaro Jakarta Selatan.

Deddy Dores dipastikan meninggal dunia, setelah berita tentang kematiannya beredar di broadcast Whatsapp. Kabar tersebut muncul dan menyebar dengan cepat di media sosial dan kalangan netizen. Antara lain dari twitter dengan akun JK Records. "Rest in peace Deddy Dores.. #ripdeddydores #deddydores," tulis @jkrecord.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh musisi senior Indra Lesmana melalui akun twitternya @indralesmana, "Baru saja mendapat kabar duka.. RIP Deddy Dores," tulisnya.



Ungkapan bela sungkawa juga tertera di laman Facebook resmi God Bless. "Telah meninggal dunia, musisi, pencipta lagu, dan salah satu personil awal dari God Bless, Deddy Dores, pada pukul 23.45 malam tadi di rumah sakit International Bintaro. Jenazah akan disemayamkan di rumah duka Jl. Kasuari 11 no.18, Bintaro Jaya sektor 9, dan rencananya akan dimakamkan di Sumedang, Jawa Barat," tulis pengelola akun itu.

Deddy Dores memang sempat bergabung dalam band God Bless dan tercatat sebagai personel peertama band tersebut.

Sebagaimana dikutip dari laman Liputan6.com, musisi kelahiran Surabaya 28 November 1950 ini dikenal sebagai penyanyi dan penulis lagu slow rock. Kepopuleran Deddy Dores antara lain didapat ketika merilis album Hilangnya Seorang Gadis. Album yang dirilis pada 1971 silam itu langsung mengangkat namanya.



Di tahun 90-an Deddy mengorbitkan salah satu penyanyi muda paling berbakat yang pernah dimiliki Indonesia, yaitu Nike Ardilla. Tak cuma mengorbitkan, Deddy juga menjadi rekan duet Nike dalam beberapa lagu. Album Seberkas Sinar (1990) dan Bintang Kehidupan (1992) membuat pamor Nike mencapai puncak.

Namun, kematian sang penyanyi membuat langkahnya menjadikan Nike Ardilla kian terkenal terhenti. Semenjak kematian Nike, Deddy Dores mulai jarang muncul di layar kaca. (*)

2016-02-15

Kisah Teladan Hujan Sang Penjual Koran


Teladan Hujan Sang Penjual Koran
Ilustrasi (Foto: Tribun Lampung)
Kisah Hikmah - Pagi itu, sepulang dari mencari sarapan, aku lihat penjaja koran berteduh di emperan toko. Sejak subuh hujan turun cukup deras, yang membuatnya tidak bisa menjajakan korannya. Terbayang di benakku, tidak ada satu rupiah pun uang yang akan ia peroleh kalau hari terus hujan. Namun, kegalauan yang kurasakan ternyata tidak tampak sedikitpun di wajah Penjual Koran Sang Teladan itu.

Hujan masih terus turun. Kami membisu.

Si penjaja koran pun tetap duduk di emperan toko sambil tangannya memegang sesuatu. Tampaknya seperti sebuah buku. Kuperhatikan dari kejauhan, lembar demi lembar ia baca. Awalnya aku tidak tahu apa yang sedang ia baca. Namun saat kudekati, ternyata Al-Quran yang dibacanya.

Kudekati dan kusapa dia, "Assalamu 'alaikum Pak.."

“Waalaikum salam", ia menoleh sambil menorehkan senyum.

“Bagaimana jualan korannya Pak", tanyaku.

“Alhamdulillah, sudah satu yang terjual,” ucapnya dengan senyum yang belum lepas.

“Wah susah juga ya kalau hujan begini," ku coba membuka cerita.

“Insya Allah ada rizkinya.”

“Terus, kalau hujannya sampai sore?”

“Itu artinya rizki saya bukan jualan koran, tapi banyak berdoa.”

“Kenapa?”

“Karena kata Nabi, saat hujan adalah saat mustajab untuk berdoa. Punya kesempatan berdoa, juga rizki namanya,” ucapnya penuh arti. Tak kulihat segurat jumawa pun dari wajahnya. Sedikit orang yang mampu punya keyakinan seperti ini dalam kondisi sulit.

“Lantas, kalau tidak dapat uang?”, aku terus bertanya.

"Berarti, rizki saya bersabar".

Jleb! Masuk sekali ucapannya ini, menohok kalbu. Aku kejar lagi dengan pertanyaan, “Kalau tidak ada yang dimakan"?

“Berarti rizki saya berpuasa"

“Kenapa Mas bisa berpikir seperti itu?”

“Allah yang di atas, yang memberi  rizki. Apa saja rizki yang diberikan-Nya dan saya mensyukuri. Selama jualan koran, meskipun tidak laku, dan sekalipun harus puasa, tapi saya belum pernah kelaparan," katanya dengan mantap menutup pembicaraan.

Ternyata hujan pagi itu reda. Dan ia pun permisi bersiap-siap untuk berjualan. Ia pamit sambil memasukkan Al Quran ke dalam tas gendongnya.

Tinggallah, Aku termenung menatap punggungnya yang berlalu dari hadapan. Tanpa kusadari kacamataku mulai berembun. Tersaput oleh kucuran tangis. Aku terenyuh. Seakan muncul cermin besar di hadapan sendiri menyimak kalimat tausiah yang diucapkan seorang loper koran.

Ya Tuhan, begitu besarnya Imannya kepada Mu. Rasanya badan ini menciut kerdil. Ada penyesalan di dalam hati. Kenapa kalau hujan aku masih resah-gelisah. Khawatir tidak dapat uang. Khawatir rumahku terendam banjir. Khawatir tidak dapat hadir di undangan.

Khawatir akan penyakit yang berada dalam tubuh. Khawatir akan masa depan anak. Khawatir akan kalah gugatan di pengadilan. Khawatir tidak dapat klien. Khawatir tidak dapat bertemu kawan seprofesi. Dan selaksa kekhawatiran lainnya yang hadir di muka, seakan mencemoohku.

Kembali baru kusadari, rizki bukan semata uang. Bisa bersabar, berpuasa, berdoa, beribadah kesalehan sosial lain apapun itu, adalah juga rizki dari Allah SWT. Rizki hidayah dan bisa bersyukur adalah jauh lebih bermakna daripada pekerjaan dan uang.

Dari apapun juga. 
Copas dari Grup WA (*)

Tag: Teladan Hujan Sang Penjual Koran

2016-02-01

Hasan Al Bashri dan Kuli Pengangkut Air


Kisah Hasan Al Bahri dan Kuli Pengangkut Air

Alkisah, diriwayatkan dalam beberapa kali perjumpaan, Hasan Al Bashri melihat kelakuan seorang kuli pengangkut air yang tak henti-hentinya mengucapkan tahmid (ucapan alhamdulillahirabbil alaammin, red) dan istighfar.

Apa pun yang tengah dikerjakan sang kuli tersebut, bibirnya seakan tak pernah berhenti mengucapkannya. Saat mengangkat wadah air ke bahunya, bibirnya berucap kedua kalimat yang baik itu.

Begitu pula saat memuat air, menuangkannya, memanggul wadah kosong hingga jeda istirahat di antara pekerjaannya, bibirnya senantiasa bergetar melantunkan kalimat tahmid dan istighfar.
Hasan Al Bashri sering mengamatinya dari jauh. Karena merasa tertarik, ia lalu mencari tahu tentang orang tersebut dan berniat mendatangi tempatnya beristirahat. Hingga tibalah saat sang kuli beristirahat. Sang imam lantas menyongsongkan tubuhnya, duduk di samping sang kuli dan bersandar di sebuah pohon.

Rupanya, kuli tadi tidak pernah melihat wajah Hasan Al Bashri dan tidak pernah bertemu langsung. Hanya nama besarnya saja yang sering terdengar. Maka setelah mengucapkan salam, sang imam tak sabar lagi menyampaikan maksud dan tujuannya.

“Aku sering melihat engkau senantiasa berucap kata-kata tahmid dan istighfar itu. Kalau boleh tahu sejak kapan engkau selalu mengucapkan dua kalimat tersebut?,” tanya Hasan Al-Basri.

“Sudah lama”, jawab sang kuli pengangkut air sambil menyeka peluh yang membasahi dahinya.

“Kenapa engkau selalu mengucapkan dua kalimat tersebut?,” tanya Hasan Al-Basri.

Sang kuli  menarik nafas sejenak dan menjawab, “Karena kita selalu berada dalam dua keadaan, kala kita mendapatkan nikmat, seperti nikmat Iman, nikmat Islam dan nikmat kesehatan, kita harus bersyukur kepada Allah.

Namun kala kita berada dalam kondisi lalai, banyak melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat dan menimbulkan kemudharatan, kita harus meminta ampun kepada-Nya,” jawab sang kuli.

Sang Imam menganguk-anguk tanda setuju dengan pendapat sang kuli, “Lalu apa faidahnya jika engkau mengucapkan dua kalimat tersebut?,” tanya Hasan Al-Basri lagi.

“Doa-doaku selalu dikabulkan”, ujarnya tersenyum penuh arti. Namun sesaat kemudian, alisnya turun tanda masih menyimpan kesedihan. “Tapi ada satu doaku yang belum Allah kabulkan,” katanya perlahan.

“Boleh aku tahu doa apa itu?”, ujar sang Imam tambah penasaran.

“Allah belum mengabulkan doaku untuk bertemu dengan ulama yang sangat aku kagumi,” jawabnya dengan wajah tertunduk.

“Siapakah ulama itu?” selidik Imam Hasan Al Bashri. Siapakah gerangan Imam yang menjadi bagian dari doa Sang Kuli.

Lelaki pemanggul air itu terdiam sesaat dalam tunduknya lalu berujar pelan, “Aku ingin bertemu dengan Hasan Al-Basri”

Tertegun sejenak karena kagum, Hasan Al-Basri kemudian memeluk sang kuli  dan berkata, “Sekarang Allah telah mengabulkan doamu, akulah Hasan Al-Basri itu,” ujar Imam Hasan sembari tersenyum lebar.

Sang kuli pun terkejut dan melepaskan pelukan sang imam dan menatap wajah di hadapannya dalam-dalam. Wajah yang bersih, teduh dan memancarkan kedamaian. Mengapa ia tidak memperhatikan lawan bicaranya sejak semula?

Bukankah wajah-wajah teduh seperti inilah wajah khas ulama. Dan kini, di hadapannya duduk sosok Imam yang telah lama dikaguminya. Lantas bibirnya lanjut mengucap puji syukur karena Allah telah mengabulkan doanya. Subhanallah..

Saudaraku, kisah yang berangkat dari kisah hidup Hasan Al Bashri ini mengajarkan kepada kita akan pentingnya untuk senantiasa mawas diri. Baik dalam niat, perkataan dan perbuatan. Saat menerima rizki, sudah sepatutnya kita selalu berucap syukur. Begitupun saat menyadari ada jeda waktu kita yang terlalaikan, maka kalimat istighfar hendaklah tak surut bergumam di bibir ini dan membenarkannya dalam hati. Wallahualam bishawab. (*)

2016-01-11

Qishas Ukasyah kepada Rasulullah Saw


Mencintai Rasulullah

Dalam suatu majelis, menjelang akhir hidup beliau, dalam keadaan badan kurang sehat Rasulullah Saw bersabda, "Sesungguhnya, aku akan pergi menemui Allah. Dan sebelum aku pergi, aku ingin menyelesaikan segala urusan dengan manusia. Adakah aku berhutang kepada kalian? Aku ingin menyelesaikan hutang tersebut. Karena aku tidak mau bertemu dengan Allah dalam keadaan berhutang dengan manusia."

Sahabat membisu, tak ada yang menjawab. Rasulullah Saw lantas mengulangi pertanyaannya. Hingga berdirilah salah seorang sahabat bernama Ukasyah, yang berdiri.

"Ya Rasulullah! Aku ingin sampaikan masalah ini. Seandainya ini dianggap hutang, maka aku minta engkau selesaikan. Seandainya bukan hutang, maka tidak perlulah engkau berbuat apa-apa".
Rasulullah SAW berkata: "Sampaikanlah wahai Ukasyah".

Maka Ukasyah pun mulai bercerita, "Aku masih ingat ketika perang Uhud dulu, suatu ketika engkau menunggang kuda. Lalu engkau pukulkan cambuk ke belakang kuda. Tetapi cambuk tersebut tidak kena pada belakang kuda, tapi justru terkena pada dadaku, karena ketika itu aku berdiri di belakang kuda yang engkau tunggangi wahai Rasulullah".

Mendengar itu, Rasulullah SAW berkata: "Sesungguhnya itu adalah hutang wahai Ukasyah. Kalau dulu aku pukul engkau, maka hari ini aku akan terima hal yang sama."

Dengan suara yang agak tinggi, Ukasyah berkata: "Kalau begitu aku ingin segera melakukannya wahai Rasulullah."

Sedangkan ketika itu sebagian sahabat berteriak marah pd Ukasyah. "Sungguh engkau tidak berperasaan Ukasyah. Bukankah Baginda sedang sakit..!?"

Ukasyah tidak menghiraukan semua itu. Rasulullah SAW lalu meminta Bilal mengambil cambuk di rumah anaknya Fatimah. Bilal pun segera berangkat dan meminta cambuk itu dari Fatimah, kemudian Fatimah bertanya: "Untuk apa Rasulullah meminta cambuk ini wahai Bilal?"
Bilal menjawab dengan nada sedih: "Cambuk ini akan digunakan Ukasyah untuk memukul Rasulullah"

Terperanjat dan menangis Fatimah seraya berkata, "Kenapa Ukasyah hendak pukul ayahku? Ia sedang sakit, kalau mau mukul, pukullah aku anaknya".

Bilal menjawab: "Sesungguhnya ini adalah urusan antara mereka berdua". Bilal kemudian membawa cambuk tersebut ke Masjid lalu diberikan kepada Ukasyah.

Setelah mengambil cambuk, Ukasyah menuju ke hadapan Rasulullah. Tiba-tiba Abu bakar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata: "Ya Ukasyah! Kalau kamu hendak memukul, pukullah aku. Aku orang yang pertama beriman dengan apa yang Rasulullah SAW sampaikan. Akulah sahabatnya di kala suka dan duka. Kalau engkau hendak memukul, maka pukullah aku".

Rasulullah SAW: "Duduklah wahai Abu Bakar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Kemudian Umar berdiri menghalangi Ukasyah sambil berkata, "Ukasyah! Kalau engkau mau mukul, pukullah aku. Dulu memang aku tidak suka mendengar nama Muhammad, bahkan aku pernah berniat untuk menyakitinya, itu dulu. Sekarang tidak boleh ada seorangpun yang boleh menyakiti Rasulullah Muhammad. Kalau engkau berani menyakiti Rasulullah, maka langkahi dulu mayatku!"

Lalu dijawab oleh Rasulullah SAW, "Duduklah wahai Umar. Ini urusan antara aku dengan Ukasyah".

Seterusnya berturut-turut berdirilah Ali bin Abi Thalib dan dua cucu kesayangan Rasulullah Saw, Hasan dan Husain mencoba membujuk Ukasyah menawarkan pengganti diri Rasulullah Saw. Namun, diingatkan bahwa urusan tersebut antara Ia dan Ukasyah.

Setiba di hadapan Rasulullah, Uksayah berkata, "Dulu waktu engkau memukul aku, aku tidak memakai baju, Ya Rasulullah"

Para sahabat sangat geram mendengar perkataan Ukasyah. Tanpa berlama-lama dalam keadaan lemah, Rasulullah membuka bajunya. Kemudian terlihatlah tubuh Rasulullah yang sangat indah, sedang beberapa batu terikat di perut Rasulullah pertanda Rasulullah sedang menahan lapar.

Ukasyah langsung menghambur menuju Rasulullah SAW, cambuk di tangannya ia buang jauh-jauh, kemudian ia peluk tubuh Rasulullah SAW seerat-eratnya. Sambil menangis sejadi-jadinya, Ukasyah berkata, "Ya Rasulullah, ampuni aku, maafkan aku, mana ada manusia yang sanggup menyakiti engkau ya Rasulullah. Sengaja aku melakukannya agar aku dapat merapatkan tubuhku dengan tubuhmu.

Seumur hidupku aku bercita-cita dapat memelukmu. Karena sesungguhnya aku tahu bahwa tubuhmu tidak akan dimakan oleh api neraka. Dan sungguh aku takut dengan api neraka. Maafkan aku ya Rasulullah."

Rasulullah SAW dengan senyum berkata, "Wahai sahabat-sahabatku semua, kalau kalian ingin melihat ahli Surga, maka lihatlah Ukasyah!"

Semua sahabat meneteskan air mata. Kemudian para sahabat bergantian memeluk Rasulullah SAW dan mencium Ukasyah. Allahumma shalli ala Muhammad.. (*)

2015-11-29

Mastaho’tum

Apa itu Mastatho'tum

Banyak jalan kita mendapatkan kebaikan. Begitu juga saat saya menemukan istilah Mastatho'tum, justru dari seorang Mas Dian Tegal. Internet Marketer yang berpenghasilan ratusan juta tiap bulannya. Dan berikut hakikat istilah apa itu Mastatho'tum.

Adalah Syaikh DR Abdullah Al Azzam, salah seorang ulama pejuang yang sangat disegani. Ia yang mampu mengobarkan semangat juang bagi para mujahidin Afghanistan semasa perjuangan melawan Uni Sovyet.

Suatu hari ia ditanya oleh seorang muridnya, “Ya Syaikh, apakah yang dimaksud dengan mastatho’tum?”

Sang murid menanyakan kata yang terdapat di dalam Al Quran, tepatnya di di Surat At Taghabun ayat 16, yang berbunyi fattaqullaha mastatho’tum. “Bertakwalah kepada Allah sebatas kemampuanmu”.

Apakah yang dimaksud dengan “Sebatas kemampuan” tersebut?

Sang Syaikh lalu mengumpulkan dan membawa murid-muridnya ke lapangan. Ia kemudian meminta semua muridnya untuk berlari mengelilingi lapangan semampu mereka. Tidak ditentukan berapa putaran, hanya diminta berlari saja seusai kemampuan fisik murid-muridnya.

Apa itu Mastatho'tum


Titik dan waktu keberangkatan sama, akan tetapi waktu akhir dan jumlah putaran setiap murid berbeda.

Satu putaran, para murid masih mampu menghela nafas lari. Memasuki putaran kedua, sebagian mulai terlihat kelelahan. Nafas mulai memburu tak karuan. Di putaran ketiga, lebih dari separuh para muridnya mengancungkan tangan tanda menyerah lalu menyingkir ke pinggiran lapangan.

Sebagian kecil masih terus berlari dan di putaran kelima, sudah tidak ada lagi yang sanggup berlari. Menepi kelelahan. Mereka sudah berusaha sekuat tenaga, semampu mereka.

Setelah semua muridnya menyerah, duduk mengaso di pinggir lapangan. Sang Syaikh tanpa banyak bicara, mulai berlari mengelilingi lapangan. Para murid saling berpandang keheranan. Semua murid kaget dan tidak tega melihat gurunya yang sudah tua itu kepayahan.

Satu putaran, sang syaikh masih berseri-seri. Dua putaran mulai pucat pasi. Tiga putaran mulai kehilangan kendali. Menuju putaran yang ke-4 sang syaikh makin tampak kelelahan, raut mukanya memerah, keringat bertetesan, nafas tersengal-sengal tidak beraturan. Sesekali ia berjalan perlahan, namun beliau tetap berusaha.

Ia terus berlari sekuat tenaga, dari cepat, melambat, melambat lagi, hingga kemudian beliau pun terhuyung tanpa penyangga. Energinya terkuras habis tak tersisa. Beliau jatuh pingsan, tak sadarkan diri.
Para murid lantas berlarian menghambur ke arah sang syaikh yang terkapar di tanah. Mereka lantas ramai-ramai menggotongnya ke tempat yang lebih teduh dan berusaha memberikan pertolongan seadanya.

Tak lama, setelah beliau siuman dan terbangun, ia disodori minum dan seteguk air segar membasahi kerongkongannya. Baru kemudian, murid lainnya bertanya, “Syaikh, apa yang hendak engkau ajarkan kepada kami?”

Setelah mengatur nafas, ia lalu berkata “Muridku, inilah yang dinamakan titik mastatho’tum. Titik di mana saat kita berusaha semaksimal tenaga sampai Allah sendiri yang menghentikan perjuangan kita,” jawab Sang Syaikh dengan mantap.

* * *

Inilah bentuk ikhtiar tertinggi yang dilakukan seorang mahluk untuk memenuhi panggilan Tuhannya. Seseorang melakukan suatu usaha dengan sekuat tenaga dengan kemampuan yang ia miliki sampai titik terendah.

Hakikatnya mastatho'tum ialah memotivasi diri seseorang untuk berusaha atau berikhtiar dengan segala kesanggupannya hingga Allah mengakhiri usaha mereka sesuai dengan kesanggupan yang seseorang miliki. Dengan tujuan agar seseorang tidak menyerah di tengah jalan atau malas dalam berusaha apalagi sampai berputus asa dari Rahmat Allah Ta'alla.

Jangan mudah mengambil kesimpulan bahwa di sanalah batas kemampuan kita. Padahal itu hanyalah sebentuk penutupan (execuse) terhadap kelemahan diri. Berjuang sampai titik akhir, itulah yang dikehendaki dari setiap ikhtiar kita.

Wallahualam. (*)

2015-11-22

Apakah Sudah Penuh?

Seorang guru besar masuk ke dalam ruangan kuliah sambil menenteng sebuah toples gelas ukuran besar. Di letakkannya toples tersebut di atas meja di hadapan para mahasiswanya.

Sang Guru memberi isyarat kepada para mahasiswanya untuk melihat apa yang ia kerjakan. Lantas, diraihnya kantong plastik yang ia bawa bersama dengan toples tadi dan mengeluarkan beberapa bola tenis dari dalamnya. Lalu, sang guru mengisinya dengan bola tenis hingga tidak muat lagi. Beliau bertanya: "Apakah sudah penuh?"


Para mahasiswa mengernyitkan kening dan dengan sedikit angukan kepala mereka menjawab, “Ya sudah penuh”.
Lalu sang guru mengeluarkan kelereng dari laci mejanya dan memasukkannya ke dalam toples tadi. Dengan sedikit bantuan dan goncangan, kelereng-kelerang tersebut mengisi sela-sela bola tenis hingga kelihatan tidak muat lagi. Beliau bertanya : "Apakah Sudah penuh?"

Kali ini, audiens menjawab agak lebih yakin : "Ya sudah penuh!".

Sang guru melanjutkan eksperimennya dengan menuangkan pasir pantai yang ia bawa ke dalam toples yang sama. Pasir pun mengisi ruang-ruang kosong yang ada di antara bola tenis dengan kelereng sehingga tidak bisa muat lagi.

Dan seluruh audiens pun mengangukkan kepala, bersepakat kalau toples gelas memang sudah penuh dan tidak ada yang bisa dimasukkan lagi ke dalamnya.

Namun, rupanya sang guru masih menyimpan eksperimen pemungkasnya. Ia menuangkan secangkir air kopi ke dalam toples tadi yang sudah penuh dengan bola, kelereng dan pasir itu.

Sesaat suasana mendadak senyap. Sang Guru kemudian menjelaskan bahwa, "Hidup kita kapasitasnya terbatas seperti toples. Masing-masing dari kita berbeda ukuran toplesnya.

Bola tenis adalah hal-hal besar dalam hidup kita, yakni tanggung-jawab terhadap Tuhan, orang tua, istri/suami, anak-anak, serta makan, tempat tinggal dan kesehatan. Sedangkan Kelereng adalah hal-hal yang penting, seperti pekerjaan, kendaraan, sekolah anak, gelar sarjana, dan sebagainya.

Sementara pasir adalah simbol dari perkara lain dalam hidup, seperti olah raga, nyanyi, rekreasi, Facebook, BBM, WA, nonton film, model baju, model kendaraan dan lainnya.

Perhatikan! Jika kita isi hidup kita dengan mendahulukan pasir hingga penuh, maka kelereng dan bola tenis tidak akan bisa masuk. Berarti, hidup kita hanya berisikan hal-hal kecil. Hidup kita habis dengan rekreasi dan hobi, sementara untuk beribadah kepada Tuhan dan keluarga terabaikan.

Jika kita isi dengan mendahulukan bola tenis, lalu kelereng dan seterusnya seperti yang kita lakukan tadi, maka hidup kita akan lengkap, berisikan mulai dari hal-hal yang besar dan penting hingga hal-hal yang menjadi pelengkap.

Karenanya, kita harus mampu mengelola hidup secara cerdas dan bijak. Tahu menempatkan mana yang prioritas dan mana yang menjadi pelengkap. Jika tidak, maka hidup bukan saja tdk lengkap, bahkan bisa tidak berarti sama sekali", urai sang guru panjang lebar.

Tiba-tiba ada tangan yang teracung, “Wahai guru, lantas apa makna dari secangkir air kopi yang dituangkan terakhir tadi?”

Sang guru besar tersenyum penuh arti dan berucap, "Sepenuh dan sesibuk apa pun hidup kita, jangan lupa masih bisa disempurnakan dengan bersilaturahim sambil minum kopi, dengan tetangga, teman, sahabat yang hebat. Jangan lupakan sahabat lama. Saling bertegur sapa, saling senyum bila berpapasan. Betapa indahnya hidup ini! (*)

2015-10-22

Work from Home, within Big Earning!


Apa alasan saya ngeblog? Apa yang saya kejar?

Mulanya saya ngeblog karena iri dengan kawan-kawan dari komunitas Blogger Wongkito Palembang. Jadi kepengen juga punya blog kayak mereka. Sepertinya keren. Punya jurnal online, bebas bercerita dan seterusnya. Bisa punya kenalan di luar kota bahkan luar negeri.

Itu tahun 2009. Dan akhirnya saya pun punya blog sendiri di BlogSpot (Ya di blog inilah). Alhamdulillah..

Makin ke sini, saya melihat banyak peluang yang bisa dilakukan di internet terutama melalui blog. Dan puncaknya di tahun 2010-2013 'hoki' saya berkibar dengan beberapa kali memenangkan lomba blog.

Aneka gadget terbaru berhasil saya miliki dan uang tunai jutaan rupiah  masuk ke rekening saya.
Itulah kenangan manis saya selama ngeblog. Hanya berbekal blog gratisan dan kemampuan menuliskan ide di laman blog, bisa mencicip sedikit manisnya penghasilan dari internet.

Lalu apakah saya sekarang berhenti ngeblog? O tentu tidak. Saya makin rajin. Rajin buat blog baru. Blog ini, tetap saya suplai tulisan. Walau mungkin, jeda penulisan tidak serapat sebelumnya. 

Aktivitas blogging saya saat ini banyak tercurahkan untuk belajar online earning via blogging. Yakni, bagaimana mewujudkan impian saya : Work from Home, within Big Earning!

Mengapa saya ingin sekali bekerja dari rumah saja?

Karena, saya sudah pernah mengalami bekerja hampir 15 jam sehari! Iya bener, dari jam 9 pagi hingga ke jam 12 malam. Jam 9 pagi sampe jam 4 sore, di sebuah Lembaga Zakat. Jam 4 sore tembus ke jam 12 malam, lanjut kerja di sebuah koran lokal sebagai illustrator. Dan selama 4 tahun ritme itu saya jalani.

Sehingga, muncul rasa jenuh bekerja jauh dari rumah. Apalagi saat itu, anak pertama saya baru lahir. Sehingga tahun-tahun pertama usia sang anak, hanya sempat bertemu tiga jam saja! Sungguh mengenaskan.

Acakadut di atas meja kerja, saat Rush Hour!
Inilah yang kemudian mendorong saya untuk resign dari pekerjaan. Dan kemudian lebih banyak mencari pekerjaan freelance sebagai kontributor web dan desain grafis. Saya ingin tetap bekerja, dekat dengan anak dan isteri. Tidak perlu jauh-jauh apalagi sampai harus pulang larut malam dengan penghasilan yang kadang tidak seberapa.

Dan bahagianya saya, untuk menuju hal tersebut, ada operator yang baik banget (*serius! Saya nggak bohong). Baik dalam artian gadgetnya terjangkau dengan kualitas ok, jaringan maknyuss dan pilihan paket yang memanjakan sesuai dengan kebutuhan saya.

Itulah Smartfren. Sebelum muncul android, saya sudah mencicip modem generasi pertama yang waktu baru keluar itu harganya 600 ribuan. Ingat betul saya, modem itu dibeli dengan uang honor dari menulis buku untuk anak SD. :D

Apalagi kemudian setelah lahir deretan gadget Andromax berkualitas dan dukungan jaringannya yang telah upgrade ke 4G LTE. Paling tidak saya sudah merasakan lancarnya menggunakan Andromax U2 dan C3.

Sayangnya, saya masih belum bisa naik kelas ke 4G LTE, masih di EVDO Rev A. Soalnya hapenya masih masuk dalam generasi lawas. Nunggu hadiah dari Emak Gaoel siapa tahu dikasih satu di antara hadiah Smartfren 4G LTE hehe.. Biar langsung bisa Go For It!  #bener-benerNgarep.

Lalu aplikasi favorit apa yang sering digunakan dalam blogging? Saya memfavoritkan Evernote untuk mencatat ide-ide sebelum diposting ke dalam blog. Mengapa saya pilih aplikasi ini? Karena mudah sekali digunakan dan disinkronisasi dengan aneka perangkat. Karena sering kali ide-ide menarik justru muncul saat di jalan, sedang menunggu antrian, sampe saat (maaf!) buang air besar. (*)

Go For It Blog Competition

2015-10-19

Indahnya Makna Salam


“Kalian tak akan masuk surga sampai kalian beriman dan saling mencintai. Maukah aku tunjukkan satu amalan bila dilakukan akan membuat kalian saling mencintai? Yaitu, sebarkanlah salam di antara kalian.” [HR Muslim dari Abi Hurairah]


Makna Salam
Dikisahkan dalam sebuah riwayat, bahwasanya sahabat Mulia Abdullah bin Umar RA pergi ke pasar dan mengucapkan salam pada setiap orang yang dijumpainya. Lantas seseorang bertanya padanya. “Apa yang engkau lakukan di pasar wahai Ibnu Umar? Engkau tidak berniaga, tidak juga membeli sesuatu dan tidak menawarkan dagangan, engkau juga tidak bergabung dalam majelis orang-orang di pasar.”

Ibnu Umar menjawab, ”Sesungguhnya aku pergi ke sana hanya untuk menyebarkan salam pada orang yang aku jumpai.”

Indah sekali makna salam, yang tersirat dalam kisah tersebut. Bahwasanya, di zaman Rasul sendiri ucapan salam : Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh itu sangat luhur dan bernilai tinggi.

Dalam kisah lain, sebagaimana penulis dapat dari tausyah Ustadz Salim A Fillah - juga disebutkan Rasulullah Saw bersama sahabat muhajirin bermaksud berkunjung ke rumah salah seorang Anshar. Sahabat Anshar tersebut memang telah mengundang Rasulullah Saw dan para sahabat untuk menjamu makan siang.

Setibanya di depan pintu rumah, Rasulullah Saw segera mengucapkan salam. Namun, tidak ada yang menjawab. Rasulullah kemudian mengulangi salamnya hingga tiga kali. Tetap tidak ada jawaban. Lantas Rasulullah Saw pun membalikkan badan bersiap hendak meninggalkan rumah tersebut. Karena begitulah adabnya, jika setelah mengucap salam tiga kali tidak dijawab, maka kita dianjurkan untuk segera meninggalkan rumah tersebut.

Barulah kemudian, terdengar suara dari dalam. “Tunggu wahai Rasulullah, jangan pergi dulu. Mari masuk. Maafkan kami, bukannya tidak menjawab salam. Kami sengaja merendahkan suara saat menjawab salam. Agar kami sekeluarga mendapatkan keberkahan dengan salam yang Engkau ucapkan. Dan kami ingin mendapatkan keberkahan itu sebanyak-banyaknya (tiga kali)".

"Masuklah, sudah kami sembelih dan masak seekor kambing”, ujar ahli rumah dengan tersenyum sumringah.

Rasul dan sahabat pun masuk dan menikmati hidangan yang disajikan. Beliau sampai mengucapkan, “Kita harus mempertanggungjawabkan, makanan yang kita makan hari ini”. Saking nikmatnya hidangan yang disajikan di saat siang itu.

Begitulah. Para sahabat sangat menyadari tentang keutamaan menebarkan salam dan menjawabnya. Karena di dalamnya terkandung doa keselamatan dunia dan akhirat. Bagaimana dengan kita?

Makna Assalamualaikum
Hukum Salam  
Ibnu Abdul Barr serta yang lainnya mengutip ijma’ kaum muslimin bahwa hukum mengucapkan salam adalah sunah dan menjawabnya adalah wajib.

Imam Qurthubi berkata, “Para ulama sepakat mengucapkan salam adalah sunah yang sangat dianjurkan, sedangkan hukum menjawabnya adalah wajib, sesuai dengan firman Allah SWT, “Apabila engkau dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah SWT memperhitungkan segala sesuatu.” (QS. An Nisa : 86)

Menurut Imam Nawawi, jika salam diucapkan oleh seorang kepada banyak orang maka hukumnya fardu kifayah (seperti Hukum menyolatkan jenazah), artinya jika hanya ada satu orang dalam jumlah banyak tersebut, yang menjawab salam dari seorang tadi maka gugurah kewajiban tersebut bagi yang lainnya. Tapi jika tak ada yang menjawab seorang pun maka orang-orang yang sedang berkumpul tersebut berdosa semua. Dan bila semuanya menjawab salam tersebut naka itulah puncak kesempurnaan dan keutamaan.

Hikmah dari mengucapkan dan menjawab salam sesama Muslim akan menumbuhkan dan memperkuat rasa cinta di antara muslim. Di antara etika salam yang dapat mewariskan rasa cinta dan menambah kelembutan kasih sayang adalah berjabat tangan ketika berjumpa disertai dengan senyuman, keramahan dan dipenuhi dengan wajah yang berseri-seri.

Rasulullah Saw bersabda, “Siapa saja dari dua orang muslim yang bertemu lantas saling berjabat tangan, maka Allah SWT akan mengampuni dosa keduanya sebelum mereka berpiah.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad.)

Tentu dalam hal ini berjabat tangan yang sesuai dengan syariat Islam, yaitu laki-laki dengan laki-laki, wanita dengan wanita, atau laki-laki dengan wanita (muhrimnya). Salam adalah simbol kasih sayang dan keselamatan. Salam juga merupakan risalah seorang muslim dalam mengekspresikan rasa cintanya kepada orang yang diberi salam.

Rasulullah Saw bersabda, “Demi dzat yang menguasai diriku, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan belum sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam diantara kalian.” HR. Muslim

Yang dimaksud menyebarkan salam adalah menebarkan dan mengucapkannya kepada seluruh muslim, baik itu anak kecil, ataupun orang tua, jauh atau dekat, orang yang dikenal ataupun tidak.
Ucapan ”Assalamu’alaikum”, merupakan anjuran agama, dan sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat beragama, dengan salam dapat menjalin persaudaraan dan kasih sayang, karena orang yang mengucapkan salam berarti mereka saling mendo’akan agar mereka mendapat keselamatan baik di dunia maupun di akhirat.

Meski nampak sederhana, ucapan salam sudah diatur oleh agama kita (Islam). Ucapan Assalamu alaikum السلام عليكم dalam Bahasa Arab, digunakan oleh kaum Muslim. Salam ini adalah Sunnah Nabi Muhammad Saw, intinya untuk merekatkan ukhuwah Islamiyah umat Muslim di seluruh dunia.
Sebelum Islam datang, orang Arab terbiasa menggunakan ungkapan-ungkapan salam yang lain, seperti Hayakallah, artinya semoga Allah menjagamu tetap hidup. Namun ketika Islam datang, ucapan itu diganti menjadi Assalamu ‘alaikum, artinya semoga kamu terselamatkan dari segala duka, kesulitan dan nestapa.

Abu Umammah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda: ”Orang yang lebih dekat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah yang lebih dahulu memberi salam.” (Musnad Ahmad, Abu Dawud, dan At Tirmidzi )

Abdullah bin Mas’ud Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “Salam adalah salah satu Asma Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah Allah turunkan ke bumi, maka tebarkanlah salam. Ketika seseorang memberi salam kepada yang lain, derajatnya ditinggikan dihadapan Allah. Jika jama’ah suatu majlis tidak menjawab ucapan salamnya maka makhluk yang lebih baik dari merekalah (yakni para malaikat) yang menjawab ucapan salam.” (Musnad Al Bazar, Al Mu’jam Al Kabir oleh At Tabrani)

Abu Hurairah Ra meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw bersabda, “ Orang kikir yang sebenar-benarnya kikir ialah orang yang kikir dalam menyebarkan Salam.”

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman didalam Al-Qur’an Surat An-Nisa Ayat 86, “Apabila kamu dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungkan segala sesuatu.”

Bedanya agama kita dengan agama lain, setiap Muslim ketika mengucapkan salam kepada saudaranya, dia akan diganjar dengan kebaikan (pahala).


Kaidah Mengucapkan Salam
Dalam kaidah singkat menyingkat pun sudah diatur oleh Allah dan diajarkan kepada Rasulullah. Dalam suatu pertemuan bersama Rasulullah Saw, seorang sahabat datang dan melewati beliau sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum”. Rasulullah Saw lalu bersabda, “Orang ini mendapat 10 pahala kebaikan,” ujar beliau. Tak lama kemudian datang lagi sahabat lain. Ia pun mengucapkan, “Assalamu‘alaikum Warahmatullah.” Kata Rasulullah Saw, “Orang ini mendapat 20 pahala kebaikan.” Kemudian lewat lagi seorang sahabat lain sambil mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum warahmatullah wa barakatuh.” Rasulullah pun bersabda, “Ia mendapat 30 pahala kebaikan.” [HR. Ibnu Hibban dari Abi Hurairah].

Beberapa kaidah salam yang baik di antaranya; bagi orang yang berkenderaan mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki dan pejalan kaki memberi salam kepada yang duduk. Orang yang lebih muda memberi salam kepada yang lebih tua, mereka yang kuat memberi salam kepada yang lemah. Bagi yang kaya memberi salam kepada yang miskin dan seterusnya.

Jika seperti itu, secara sendirinya akan menghilangkan egoisme dalam diri umat sekaligus menjalin interaksi sosial yang baik.

Salam tidak hanya untuk kaum pria saja, Asma’ binti Yazid RA pernah meriwayatkan bahwa Rasulullah ketika lewat di depan masjid dan sekelompok perempuan sedang duduk-duduk di sana, maka Rasulullah melambaikan tangannya sambil memberi salam. Selanjutnya, dianjurkan juga untuk mengucapkan salam kepada anak-anak, agar membiasakan mereka dengan adab-adab memberi salam. Anas RA Menceritakan bahwa ketika ia melewati anak-anak kecil, kemudian ia mengucapkan salam kepada anak-anak tersebut.

Kaidah salam yang lain juga telah mengatur rendah dan tingginya suara ketika mengucapkan salam. Terutama ketika malam hari, mengucapkan salam harus dengan suara rendah dan lembut selama dapat didengar oleh orang yang masih terjaga.

Dengan kata lain, apabila mengucapkan salam pada malam hari selama bukan urusan yang amat penting dan mendesak, tidak boleh mengganggu orang yang sedang tidur apalagi membangunkannya. Wallahualam. 

2015-09-14

Dear Pak Polisi Beberpa Hal Ini Bisa Membantu Kemacetan....

Tips mengurai kemacetan

Dear Pak Polisi,
Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun yang ke-60 tahun buat jajaran Polisi. Semoga menjadi pijakan berarti dalam terus memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Dan terima kasih - dari saya sebagai warga negara, atas semua yang telah dilakukan dalam mewujudkan pelayanan tersebut di atas.

Tips Mengatasi Kemacetan

Kemacetan di Jakarta sudah berada pada klimaks. Telah menjadi makanan sehari-hari, atau jangan-jangan malah sudah menjadi racun keseharian bagi mereka warga Jakarta dan sekitarnya.

Panjang sekali jika diuraikan penyebab kemacetan. Namun, hemat penulis, paling tida ada empat poin yang menjadi titik simpul penguraian kemacetan. Pertama, infrastruktur publik. Kedua, jumlah kendaraan pribadi yang terus meningkat. Ketiga, Kesadaran pengguna jalan. Dan yang keempat Kesigapan para petugas lalu lintas.

Infrastruktur Publik
Ini menjadi sorotan pertama mengingat, keberadaan jalan menjadi penunjang utama. Jalan yang sempit, permukaan jalan berlubang, rambu lalu lintas yang tidak memadai, traffic light yang tidak berfungsi, rambu-rambu dirusak oleh aksi vandalisme. Belum lagi jika kita bicara mengenai keberadaan kendaraan umum.

Saya yakin, siapapun yang menjadi pemimpin di Kota Jakarta, telah berusaha keras dalam mewujudkan sistem transportasi massal. Yang layak dan nyaman, serta tersambung dari satu titik ke titik yang lain. Kerja Polisi akan ringan. Karena simpul kemacetan akan mudah diurai.

Jumlah Kendaraan Pribadi
Ini pula yang menjadi penyebab utama kedua. Jumlah kenaikan kendaraan (hanya berdasar pengamatan saja), terus meningkat dari tahun ke tahun. Sementara keberadaan jalan tidak mengalami perubahan berarti. Walaupun menurut catatatan salah satu asosiasi produsen kendaraan bermotor, daya beli masayarakat cenderung menurun terakhir-terakhir ini.

Bisa dipastikan, ibarat air yang bertambah volumenya, namun pipa salurannya tetap. Maka debit kemacetan akan terus meningkat.

Tips Mengurai Kemacetan


Kadangkala, muncul ide nakal di pikiran saya. Bagaimana jika, produsen kendaraan bermotor baik motor maupun mobil, ikut bertanggung jawab dalam mengelola kendaraan yang berhasil mereka jual. Di luar pajak pembelian yang mereka setorkan kepada pemerintah.

Maksudnya begini, para produsen memberikan insentif kepada para konsumennya yang telah memiliki motor (minimal 7 tahun) dan mobil (15 tahun), yang berminat menjual kendaraannya akan mendapatkan potongan sekian persen. Semacam tukar-tambah alias trade-in.

Tujuannya, agar produsen tetap bisa menjual kendaraan dengan stabil, sementara masyarakat mendapatkan manfaat, bisa memiliki motor atau mobil yang bagus terus. Terus kepada kemacetan bagaimana?

Umur kendaraan berpengaruh terhadap performa mesin. Bayangkan jika, mobil dan motor tua terus diperjual-belikan kebayang jika panas mesin di jalan? Bisa membuat antrian kemacetan di jalan. Lagian pula, jika memang ingin membeli mobil antik, ya sekalian antik. Buat sekitar rumah saja, jangan dibawa ke jalanan umum.

Buat produsen? Kendaraan-kendaran second tadi, jangan pula dijual kembali ke leasing motor bekas. Nanti malah dibeli oleh masyarakat yang sama. Jual saja ke daerah-daerah perkebunan dan pedalaman. Dengan sedikit modifikasi dan refurbish komponen-komponennya, motor tadi bisa dijual sebagai sarana untuk mengangkut pakan ternak, batang-batang karet, buah di daerah.

Daripada mereka membeli motor bodong hasil begal yang meresahkan? Mungkin ini bisa masuk jadi ranah CSR ya.. Hahaha, maafkan agak ngelantur...

Kesadaran Pengguna Jalan



Ini yang agak susah. Jika sudah urusan dengan manusia, maka tidak akan semudah membalikkan telapak tangan. Serius ini!

Kelengkapan kendaraan seperti SIM, STNK, Helm Standar, Spion hingga hal sepele seperti pentil ban itu penting! Catet ya PENTING!!


Jadi jangan duluan parno, bilang itu jadi bahan razia polisi. Tidak teman!


SIM artinya sampeyan memang sudah cukup umur dan layak mengendarai kendaraan.

STNK artinya sampeyan naik motor yang resmi, bukan hasil begal. Tak bisa menunjukkan STNK akan memancing kecurigaan. Apakah motor hasil ngembat, atau pinjam motor orang tapi tidak izin.

Helm standar, nggak perlu dijelasin lagi fungsinya. Naik motor itu rawan kecelakaan. Dengan hanya dua roda, maka mudah sekali seorang hilang keseimbangan di jalan. Jatuh sedikit, maka bisa mati sampeyan jika kepala sampai terbentur.

Spion buat melihat ke belakang - bukan untuk melihat masa lalu (halah!). Gak keren kan, motor udah canggih, kepala masih mengat-mengot ngeliat ke belakang. Lagian berapa sih harga kaca spion? Gak usah yang macem-macem, yang standar saja. Paling mahal juga sekitar Rp30 ribu. Kecuali jika sampeyan pengen pake spion berlapis emas dan bertahtakan berlian. Hehehe...

Saya termasuk yang paling setuju jika Penataran P4 itu dihidupkan kembali. Karena saya termasuk yang terakhir merasakan penataran ini pas waktu masuk SMA (Tahun 1997). Manfaatnya terasa dan berdampak. Rasa kebangsaan masih terasa mengalir di dalam dada. Entah anak sekarang..

So, apa maksudnya? Ntar dijelasin di bagian Pak Polisi deh..

Kesigapan para petugas lalu lintas


HUT ke-60 tahun Lalu Lintas

Baiklah ini ide utamanya. Kemacetan memang wilayah utama Pak Polisi untuk mengaturnya. Namun, bukan berarti Pak Polisi harus menjadi Superman atau SuperCop untuk menyelesaikannya dalam hitungan malam bak Bandung Bondowoso. Oh tentu tidak..

Baik, dari tiga faktor yang telah disebutkan di atas, yang masih bisa menjadi domain pak polisi untuk memainkan wewenangnya adalah pada peningkatan kesadaran pengguna jalannya. Faktor infrastruktur itu domain pemerintah, faktor jumlah kendaraan pribadi pun itu domain pemerintah dan swasta.

Jika pun ingin berharap masyarakat ingin mengurangi pemakaian dan pembelian kendaraan pribadi, maka pemerintah harus bertanggung jawab dulu untuk memberesi masalah transportasi dan infrastruktur pendukungnya, sebagaimana telah disebutkan di bagian atas. Transportasi publik aman dan nyaman, dengan sendirinya masyarakat akan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi di jalanan.

Nah, terkait dengan wacana penataran P4 di muka dan dampaknya kepada pembinaan kesadaran pengguna jalan, maka penulis melihat sangat besar pengaruhnya.

Buat program Goes to School

Jika PAUD/TK saja ada kunjungan ke kantor Polisi, kenapa Polisi tidak 'membalasnya' dengan mendatangi mereka lagi saat sudah duduk di kelas SMP dan SMA? Maksudnya, Polisi rutin mengadakan penyuluhan di sekolah-sekolah. Usia yang - menurut pengalaman penulis sendiri, merupakan yang paling banyak menjadi pelaku pelanggaran di jalan.

Banyak anak-anak remaja kita yang tidak tahu sama sekali tentang peraturan berlalu lintas. Tak sedikit dari mereka yang sudah berani memakai sepeda motor dan mobil orangtuanya. Padahal untuk urusan SIM saja butuh usia minimal 17 tahun.

Anak SMP Bonceng empat

Lha ini, usia SMP saja sudah berani bonceng tiga-empat saat pulang sekolah. Kan kebliber?

Usia inilah yang baik untuk melakukan penyadaran. Mereka akan terus beranjak dan masih panjang usianya. Jika di awalnya mereka telah diberikan pemahaman (tidak hanya sekali), niscaya mereka bisa menjadi agen keselamatan berlalu lintas di jalan.

Intensifkan Kampanye Safety Riding 

Tujuan dari kampanye Safety riding adalah agar pengguna aman di jalan dan selamat sampai tujuan. Berkendara yang aman akan memberikan kenyamanan, baik diri sendiri maupun pengguna jalan yang lain. Sehingga, arus jalan tak perlu tersendat akibat ada motor yang mogok, tabrakan, aksi serobot jalur dan sebagainya

Dengan mengaktifkan kampanye ini, terutama pelibatan produsen motor (ATPM) dan komunitas motor lain, akan semakin mengefektifkan peran Pak Polisi dalam memberikan pengayoman dan terutama lagi dalam menyiapkan kader-kader safety di jalan. (*)

HUT ke-60 tahun Lalu Lintas


2015-07-07

Kode Unik WHAFF dan Bukti Pembayaran

Manfaatkan kode unik berikut ini untuk mendaftar WHAFF :

AW03740

Kamu akan langsung memperoleh $0,30 di saldo anda. Lumayan. Daripada mendaftar sendiri, saldo kamu nggak bakal nambah, alias Zonk! Cuma $0,00. *promo*

Cara Bermain Whaff

Apa itu Whaff
Whaff merupakan sebuah aplikasi Android dan juga tersedia di iOS. Whaff adalah protokol sederhana yang mengubungkan developer aplikasi dengan user. Di mana, tujuan dari protokol ini adalah untuk membantu para developer dalam mempopulerkan aplikasi buatan mereka.

Intinya, Whaff memungkinkan user untuk menginstal aplikasi di Android dan iOS device. Setelah menginstal, maka akan banyak penawaran aplikasi untuk diinstal di hape milik kamu.

Lalu, dari setiap aksi install dan menjalankan aplikasi tiap harinya, kamu akan diberi reward dalam satuan sen dolar ($ 0.01 - $0,05). Banyak aplikasi yang ditawarkan, mulai dari game ringan kayak Brixfill, Pianoholic, sampai yang berat kayak DOTS, Clash of King dll. Termasuk pula aplikasi non-game seperti Lazada, Tokopedia, Ubrowser dan sebagainya.

Biasanya untuk instal aplikasi kita akan diganjar sekitar $0,05. Sedangkan untuk permainan harian, biasanya antara $0,02-0,05. Kelihatan kecil, namun lumayan daripada Androidnya nganggur cuma habisin kuota.

Bagaimana cara mendaftar WHAFF
Untuk mendaftar Whaff, silahkan kamu cari dulu di Playstore Google atau Appstore Apple. Ketik saja Whaff. Linknya bisa klik DI SINI. Setelah ketemu langsung instal lalu daftar menggunakan akun Facebook kamu dan jangan lupa masukkan kode di atas :

AW03740

Dengan menggunakan kode di atas saldo kamu akan langsung terisi $0,30.

Bagaimana cara bermain WHAFF
Di Whaff ada berbagai cara untuk mendapatkan dolar dengan bermain. Yakni :

Cara Bermain WHAFF

Pick Premium
Kita diajak untuk menginstal aplikasi premium. Mengapa disebut premium? Karena, begitu kita instal aplikasinya maka saldo kita akan langsung bertambah secara instan. Aksi yang bisa kita lakukan adalah dengan mendownload dan menginstal aplikasi (Aman dan bebas virus), bermain dan reward harian (selama kurun yang telah ditentukan) jika kita tidak menghapus aplikasi tersebut.

Oya, semua aksi di atas, harus kamu lakukan di dalam aplikasi induk WHAFF ya. Soalnya, jika kita langsung klik dan mainkan aplikasi langsung dari homescreen misalnya, kita tidak akan mendapat reward. Soalnya tidak akan tercatat di aplikasinya.

Selain pick premium ada banyak yang bisa dilakukan, di antaranya :

Cara Bermain WHAFF
Pick Keberuntungan (Pick's Lucky)
Di sini kita dengan mengklik logo Daun Hijau, disajikan beberapa aplikasi. Kita ditawarkan beberapa aplikasi jika berminat, namun sistem Reward nya menggunakan undian. Jadi jika tidak beruntung, maka aplikasi  yang kita instal tidak akan menghasilkan apa-apa

Cara mendapatkan uang dari Whaff
Pick lainnya (Others Pick)
Cara mendapatkan uang dari Android

Selain itu, kita juga akan ditawari untuk menginstal aplikasi lain. Tetap akan mendapatkan reward namun pemberian reward nya bisa memakan waktu berhari-hari! Paling lama sih 14 hari. Tidak instant seperti premium pick. Ini wajar saja, karena selain menginstal kamu tidak dituntut untuk memainkannya setiap hari. Cukup menginstal dan jangan dicabut, sebelum ada review dari WHAFF yang ditandai dengan penambahan dolar di saldo kamu.

Cara mendapatkan uang dari Android
Absensi Kehadiran
Tidak ada aplikasi yang bisa diinstal? Jangan khawatir, WHAFF memberikan $0,01 untuk anda yang mengklik tanda centang yang ada di bagain Kehadiran. Kamu hanya perlu mengklik tanda centang itu setiap hari saja. Jangan enggak! Angka di atas menunjukkan real time jumlah user yang melakukan absensi pada saat itu : 19.863 user.

Apa Saja Hadiah dari WHAFF
Tugas kamu selanjutnya adalah mengumpulkan recehan dolar sehingga bisa ditukarkan dengan aneka reward yang ditawarkan. Apa saja itu? Bisa dilihat di dalam gambar di bawah. Kalau saya sih, lebih suka menukarkan dengan saldo Paypal. Karena, bisa ditransfer ke bank saya di tanah air.

Cara bermain Whaff
Macam Hadiah dari WHAFF
Cara Bermain WHAFF
Hadiah Saldo Paypal

Bukti Pembayaran WHAFF
Dan aksi bermain di WHAFF pun membuahkan hasilnya. Hari ini (7/7/2015), saldo sebesar $10 (~Rp130.000) masuk ke rekening Paypal. Senengnya... Lumayan buat nabung beli domain. Hehe.

Prosesnya termasuk cepat. WHAFF sendiri menjanjikan dana akan ditransfer ke rekening Paypal dalam tempo 3 hari. Namun, saldo saya sudah ditransfer dalam waktu kurang dari 48 jam. Lumayan kan?

Bukti Pembayaran WHAFF via Email
Notifikasi email dari Paypal
Bukti Pembayaran WHAFF via RekeningPaypal
Saldo Rekening Paypal
Makanya ayo buruan, instal dan daftar WHAFF sekarang. Jangan lupa gunakan kode unik WHAFF di bawah ini ya :
 AW03740