Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

2017-03-03

Dua Tahun Riaubook.com, Siap Menjadi Pustaka Riau untuk Dunia

Big data era (Foto: net)
Kita hidup dalam era informasi. Suatu era di mana terpaan data yang datang begitu deras, massif dan terstruktur. Ia seringkali menggenang hingga menutupi mata nalar dan menyumbat nafas pengetahuan. Padahal tak jarang data-data tersebut sampah.

Namun jika dipilah lebih jauh, tidak semuanya adalah sampah. Ada saja data bermanfaat yang bersifat jawaban yang berkelindan di dalamnya. Kita harus pintar dalam memilah, jangan sampai menjadi fatalis, membuang semuanya. Hingga, melenyapkan seluruhnya, dari mudharat hingga ke manfaat, tanpa tedeng aling-aling.

Ya, kita dituntut pintar dalam memilih informasi. Lebih dari itu, kita pun harus jauh lebih cerdas menyeleksi media yang menyediakan sajian data dan informasi tersebut. Syaratnya adalah, berita langsung diambil dari narasumber dan memenuhi prinsip cover both side ataupun jika mengutip dari media lain, tidak melakukan pemelintiran berita.

Lebih lagi, media pun harus menjaga kredibilitasnya agar tidak menjadi media abal-abal yang doyan menyajikan berita hoax demi mengejar rating. Ya, pemberitaan Hoax telah menjadi momok paling menyebalkan bagi netizen.

Media Online dari Riau

Adalah Riaubook.com yang mencoba tumbuh dari semangat kearifan lokal. Media ini, tengah berkecembah, membentuk akar yang kuat. Menegaskan posisi sebagai penyedia informasi peristiwa bernilai faktualitas di tanah bertuah.

Tak selamanya kelokalan itu bernada miring, bak mengibaratkan katak dalam tempurung. Justru saat ini, semakin mampu menunjukkan identitas kelokalan, semakin ia dicari oleh banyak orang.

Baik mereka yang berasal dan tinggal di sana, maupun perantau asal Riau yang tinggal di kota lain, hingga pihak-pihak ketiga yang ingin mengetahui perkembangan Riau secara langsung dan berasal dari dalam.

Tentu kita tidak akan melupakan asas proximity dalam dunia kewartawanan. Asas kedekatan. Orang Riau akan merasakan hal berbeda jika ada satu berita dengan tema sama, tapi yang satu di Jakarta, misalkan dan yang satunya di Pekanbaru.

Sebagai contoh, kebakaran ribuan los di Pasar Tanah Abang mungkin besar secara nasional, tetapi tidak berpengaruh bagi orang daerah. Tetapi, kebakaran satu los saja di Pasar Tengku Kasim di Pekan Baru, akan menjadi berita besar bagi media lokal.

Kehadiran Riaubook.com sebagai media penyaji informasi dan berita Riau, memberikan khazanah luar biasa dalam hal jurnalistik kedaerahan. Ia menjadi perekam peristiwa kekinian dari berbagai aspek kehidupan. Dan melampaui batas dan jarak, dari kota hingga ke desa. Di 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau.

Perekaman peristiwa dan dokumentasi faktual ini, jika digarap serius dan mumpuni, akan menjadikan Riaubook.com menjadi semacam kepustakaan online besar tentang Riau yang bisa dijangkau dari seluruh dunia, di manapun kita berada. Membukukan peristiwa, mendokumentasikannya dalam timeline online. Eloklah, jika Riaubook disebut dengan Pustaka Riau untuk Dunia.

Infografik Riaubook.com Facts
Para netizen menjadi punya pilihan untuk mendapatkan informasi yang layak. Dilihat dari keredaksian lokal, sudut pandang kekinian, serta perspektif 'orang dalam' yang tentu saja berbeda dengan media nasional lain saat mencoba mengendus peristiwa yang sama.

Inilah pula, yang digadang-gadang sebagai penerjemahan kearifan lokal dalam bentuk media online. Think global, act local. 

Selamat Ulang Tahun yang Ke-2


Baiklah, secara khusus saya mengucapkan selamat ulang tahun yang ke-2 bagi Riaubook.com. Dua tahun bukanlah waktu yang singkat - apalagi, di dalam ranah media online, denyut kehidupannya harus dijalani detik demi detik. Bayangkan, waktu dua tahun itu setara dengan 63,07 juta detik. Wow!

Menjalani sebuah perusahaan media, bukanlah hal yang mudah. Kata wartawan senior teman saya, usaha media itu seperti membakar duit saja. Untung belum kelihatan, modal sudah habis banyak.

Jika tidak punya niat kuat, nekat bermodal dan hubungan yang baik dengan para stake holder, baik ke atas (pemerintah) ke bawah (masyarakat) sebagai mitra, maka mustahillah bisa menjalankannya hingga mampu memasuki tahun ke-3 ini.

Idealisme menjadi pertaruhan dalam membangun entitas perusahaan media ini. Hendaklah ia dapat bertemu dengan keinginan bersama untuk kemajuan pembangunan daerah dengan kesehatan perusahaan dalam neraca keuangan yang baik.

Lima Hal Menarik Tentang Pemberitaan Riaubook.com

Sebelum meloncat jauh untuk menjadi pustaka Riau yang mendunia, redaksi Riaubook tentunya telah terlebih dahulu memberikan yang terbaik dari segi pemberitaan dan kualitas penyajiannya

Apakah ada kriteria khusus untuk menilai sebuah media, apakah termasuk baik ataukah buruk?

Tentu saja jawabannya ada dan banyak pula kriterianya. Tapi di sini, biarlah mata awam saya saja yang menilainya. Di tengah gempuran data dan informasi - seperti yang saya sampaikan di awal tulisan ini, Riaubook.com tetap mencoba memberikan sajian informasi yang jernih.

Maka inilah lima hal yang menarik versi saya tentang pemberitaan Riaubook.com :

1. Berpihak kepada pembangunan (Agent of Development)

Sumber: Riaubook.com
Seperti apapun sebuah media didirikan, bagi saya, menjadi mutlak baginya adalah untuk menjadi bagian dari pembangunan. Mengapa ini penting menurut saya? Karena, media sebagai corong suara publik, haruslah menjadi pendukung utama bagi berjalannya pembangunan.

Indonesia ini sangat luas. Tiap Provinsinya menyimpan kekayaan masing-masing. Media menjadi mitra strategis pemerintah yang sedang berkuasa untuk menyampaikan kemajuan pembangunan, sekaligus menerima umpan balik yang mengkritisinya.

2. Kritis dan Berimbang (The 4th Pillar of Democracy)

Sumber: tjahjokumolo.com
Keutamaan media selanjutnya adalah pada sikap kritis dan berimbang. Meski tetap harus mendukung pembangunan, namun fungsi sebagai social control tetaplah harus dipegang.

Media kredibel tetap mampu menjalankan fungsinya sebagai pilar ke empat dalam kehidupan demokrasi, setelah eksekutif, legistlatif dan yudikatif.

Contoh berita menarik yang saya ambil dari laman Riaubook.com adalah tentang janji-janji gubernur Riau yang belum terlaksana, yang saya capture di bawah ini.

Sumber: Riaubook.com
Sepertinya terlihat kontras antara poin pertama dengan yang kedua. Namun di sinilah cantiknya fungsi sebuah media massa. Di satu sisi mendukung pembangunan di sisi yang lain tetap pada khittah media, menjadi alat kontrol sosial. Tentu dalam kerangka yang konstruktif.

3. Berpihak kepada kemaslahatan masyarakat luas

Sebagai media yang lahir dari rahim masyarakat, sudah sepatutnya sebuah media juga berkontribusi dalam memberikan kemaslahatan bersama. Utamanya yang terkait dengan pembangunan, sektor pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, keadilan sosial dan lainnya.

Sumber: Riaubook.com
Seperti pada cuplikan berita di atas, Riaubook mengangkat kejadian yang cukup memprihatinkan. Kurang dari 20% saja perusahaan yang membayar pajak. Selebihnya masih ogah. Ini tentu tidak mendukung kebijakan Pak Jokowi dengan amnesti pajak yang baru lalu. Jika pajak tersendat, dari mana pemerintah dapat mengimbangi belanja negara?

Peran yang dimainkan dalam fungsi kemaslahatan bersama ini, sedikit banyak berpengaruh dalam menaikkan 'ranking' di hati masyarakat. Bahwa media online berita Riau memang benar mempunyai niat yang baik, visi yang mulia serta misi yang terukur, dalam hal keberpihakan kepada masyarakat.

Ini ditandai dengan posisi Alexa Riaubook.com dalam aspek lokal semakin naik, menjadi posisi empat untuk media lokal di Riau (lihat infografik di atas).

Ya, dalam pandangan saya, media dalam hal ini, tidaklah harus netral. Ia harus berpihak. Terutama berpihak kepada kebenaran, berpihak kepada masyarakat luas, berpihak kepada Hak Asasi Manusia dan lainnya. Riaubook, saya kira tidaklah sembarangan dalam mengambil sikap terhadap fenomena sosial yang ada.

4. Aspek kelokalan terwakili bagi 12 kabupaten/kota (Proximity)

Menu pemberitaan daerah yang ada di Riaubook.com
Ada 12 Kabupaten/Kota yang ada di Riau. Yakni, Kabupaten Kampar, Indragiri Hulu, Bengkalis, Indragiri Hilir, Pelalawan, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Siak, Kuantan Singingi, Kepulauan Meranti, Kota Pekanbaru dan Kota Dumai.

Riaubook memberikan kanal tersendiri yang ada di bagian menu. Sehingga, pengunjung bisa memilih berita per daerah yang dikehendaki selain arus berita utama yang ada pada timeline situs berita Riau tersebut. Setidaknya, hingga saat ini Riaubook memiliki 6 wartawan aktif untuk Kota Pekanbaru, Sembilan kontributor daerah dan 1 Koordinator Liputan (Korlip) di Jakarta.

5. Memberi ruang pemberitaan yang sama (Egality)

Satu lagi yang menurut saya menarik adalah Riaubook memberikan ruang pemberitaan yang sama untuk semua kalangan. Baik pemerintah maupun swasta, nasional maupun internasional, sipil maupun militer, pehobi maupun komunitas, bisnis maupun komunitas dan lainnya.

Ini akan menunjukkan asas keterbukaan dan keberimbangan. Bahwa, Riaubook tidak berat sebelah. Mengakomodir semua kalangan. Sehingga, keberadaan Riaubook akan menjadi oase bagi eksistensi media yang sehat. Di tengah banalitas para netizen dengan berita hoax, bohong dan tak bergizi lainnya.

Demikian sedikit urun saran dan pandangan saya terkait dengan situs media online Riaubook ini. Tentu saja, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh tim redaksi Riaubook.

Namun demikian, sepenuh hati Saya sangat mendukung gagasan orisinil tentang Pustaka Riau untuk Dunia. Pustaka dalam bentuk media online yang menjadi lebih mudah diakses dari mana saja, dan menjadikannya sebagai media egaliter yang menyejajarkan pembaca.

Salam! (*)


2014-04-28

[Review] Bi-Pro Magazine Menuju Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1

Bisnis adalah semangat kewirausahaan. Demam kewirausahaan yang dimulai pada 90-an akhir, menjadi pemantik menggeliatnya kaum muda dalam menterjemahkan semangat kemudaannya dalam rupa kemandirian berusaha.

Bi-Pro Magazine mencoba menangkap semangat tersebut dengan membuat media berbasis daring, yang rencananya akan memuat informasi bisnis sekaligus media promosi bagi para pelaku usaha tersebut.

Bagaimana pun, setiap usaha butuh sosialisasi. Bahasa sekarang disebut branding. Baik yang sifatnya soft (liputan, siaran pers) maupun dengan jalan straight (langsung) dengan memanfaatkan jasa periklanan di media, seperti media Bi-Pro Magazine ini.

Jika dilihat dari usianya, Bi-Pro Magazine masih sangat belia. Resmi di-launching pada 11 Desember 2013 lalu. Dengan semangat ingin Menuju Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1, tentu kita semua layak mengapresiasi semangat tersebut. Apalagi, dengan format penerbitan online, ini akan mendukung pula semangat paperless-office. Mengurangi penggunaan kertas.

Hingga saat ini, ada puluhan artikel yang telah diposting. Kita dapat dengan mudah mengakses semua berita dan informasi. Baik melalui menu bar (1) maupun slide news (2) di bagian bawah header. Jika ingin mengetahui berita terkini, cukup geser slide news ke kanan atau ke kiri.
Gambar 1. Tampilan Bi-Pro Magazine
Sedangkan jika ingin membaca berita bisnis atau informasi usaha sesuai dengan kategori bisa memilihnya melalui menu bar. Selain kedua bantuan menu di atas, kita juga bisa mengakses berita-berita populer di side bar sebelah kanan (4). Yang berdampingan dengan info pariwara yang mulai ramai di sisi kanan tersebut.

Pariwara mulai ramai. Pembaca tentu memahami bahwa nyawa sebuah web berita adalah pada iklan yang mereka terima. Selain itu, iklan yang terpasang, juga menunjukkan Bi-Pro Magazine sudah mendapatkan kepercayaan masyarakat.

Oya, sesuai dengan temanya yang ingin menjadikan situs ini Menuju Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1, maka mari kita bantu mewujudkannya dengan jalan memberikan sedikit analisa.

(Note : Saya akan gunakan bahasa langsung, mohon maaf jika ada yang terlalu menohok. Saya kira cukup banyak review yang terlalu berbunga-bunga, namun tidak menyentuh esensi dari tujuan Bi-Pro Magazine itu sendiri. )

Apa yang pertama harus dilakukan?
Tentu pekerjaan pertama adalah mengisi konten web dengan tulisan yang baik, berita yang aktual dan ragam kisah sukses pebisnis, baik lokal maupun nasional hingga mancanegara, yang akan mampu memberi inspirasi kepada pembaca.

Semangat itu saya lihat sudah ada, namun belum maksimal. Redaksi sepertinya masih tergagap dan belum menemukan pola pemberitaan ala portal berita online. Kita ambil saja, dalam slide berita yang sepertinya disusun berdasarkan tanggal posting, paling banyak hanya empat posting dalam satu hari.

Seharusnya, hemat saya, redaksi bisa menghadirkan lebih banyak konten aktual. Paling tidak, satu kanal berita berisi satu postingan per hari. Artinya, dengan jumlah kanal informasi yang tersedia, tinggal kalikan saja. Maka itulah hendaknya yang menjadi target redaksi dalam mengisi konten.

Jika di media cetak - kita sandingkan dengan majalah edisi bulanan, karena sama-sama menganut format magazine - cukup satu artikel tiap rubrik dan mempunyai tenggat deadline di tingkat redaksi bulanan rata-rata dua minggu.

Maka di redaksi online, tenggat deadline itu adalah setiap saat! Sesuai kesepakatan internal redaksi. Apakah akan naik tiap lima belas menit, tiap setengah jam. Yang pasti, karena sifat media online adalah kecepatan maka mau tak mau, harus menyesuaikan dengan sifat dasar media online.

Jika tidak, Bi-Pro Magazine akan terjebak menjadi semacam situs blog saja.

Mengapa harus banyak konten?
Terlepas dari mengikuti sifat dasarnya, konten website yang kaya akan mengundang pembaca dan yang lebih penting lagi, menaikkan kredibilitas website itu sendiri.

Alasan datangnya pembaca ke sebuah website berita ataupun penyedia informasi, adalah untuk mendapatkan berita terbaru. Jika pun bukan berita terbaru, maka mereka ingin mendapatkan berita yang menarik. Jika pembaca saja malas datang, karena beritanya itu-itu saja serta kontennya tidak unik - cenderung sama dengan konten website yang sejenis, maka bisa dipastikan pengunjung akan sepi.

Jika pengunjung sepi, bagaimana mungkin pelaku usaha tertarik dengan website tersebut?

Desain
Jujur. Penampilan website Bi-Pro Magazine sangat biasa sekali. Masih terkesan amatiran. Padahal sekarang sudah banyak template web yang gratisan namun elegan bertebaran. Atau jika memungkinkan bisa memanfaatkan jasa web desainer, yang akan memberikan sentuhan atraktif dan responsif. Sayang jika semangat ingin menjadi Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1 tersebut tidak dieksekusi sempurna di sektor ini.
Gambar 2. Tampilan iklan mengambang yang cukup mengganggu.
Bagian dari website yang juga sangat mengganggu justru iklan mengambang. Saya berpikir, mudah-mudahan ini dalam rangka memeriahkan kegiatan perlombaan blog ini saja. Karena, begitu banyaknya bertebaran iklan dan link informasi ini. Dan dikhawatirkan akan sangat mengganggu pembacanya.

Popularitas
Dari bulan November 2013 - April 2014, secara kasar sudah lima bulan website ini berdiri. Seharusnya website ini sudah banyak mengindeks berita-beritanya di Google, Bing atau mesin pencari lainnya.

Karena bagaimana pun, sebagian besar arus pengunjung website datang melalui mesin pencari. Mari kita uji dengan dua website bantuan untuk melihat peringkat PR (pagerank) Google dan peringkat Alexa.

1. PageRank Google
Gambar 3. PageRank Bi-Pro Magazine belum tersedia

Dengan menggunakan situs PRchecker.info maka kita lihat bahwa situs ini belum diranking sama sekali, alias N/A (not available) atau tidak tersedia. Idealnya, untuk website berita dengan update tiap hari, dalam jangka 6 bulan, PR-nya bisa tembus minimal 1! Ayo Bi-Pro Magazine!

Redaksi harus kerja keras mengurus hal ini, mengingat dengan tidak tersedianya ranking ini, maka setiap halaman berita yang ada di Bi-Pro Magazine sulit untuk terindeks dan masuk ke dalam pencarian Google.

2. Alexa
Gambar 4 . Popularitas Bi-Pro Magazine menurut situs pemeringkat Alexa
Melalui situs pemeringkat ini pula, kita juga mengetahui bahwa peringkat Alexa di level dunia masih di atas 1 juta dan untuk wilayah nasional saja masih berkisar empat belas ribuan. Hal ini sekali lagi masih menjadi PR besar redaksi dan manajemen Bi-Pro Magazine jika ingin benar-benar mewujudkan diri sebagai Situs Bisnis dan Promosi Nomor 1.
Gambar 5. Jumlah Link Masuk ke situs Bi-Pro Magazine
Dari laman web yang sama, kita juga bisa melihat jumlah link yang masuk. Sayangnya, dari ke lima link besar yang menjadi penyuplai back link tersebut, tidak ada yang penting (baca : situs kredibel) bagi peningkatan popularitas situs Bi-Pro Magazine. 

Berdasarkan pantauan, belum ada pengunjung yang datang dari Facebook dan Twitter. Padahal Bi-Pro Magazine sendiri sudah punya akun Facebook dan rutin memberikan link langsung ke setiap postingan. Begitu pula dengan Twitter. 


Gambar 6. Tampilan Fanpage Bi-Pro Magazine dengan 675 Like bergabung sejak 14 Nov 2013
Gambar 7. Tampilan Timeline Bi-Pro, baru gabung per tanggal 22 Maret 2014
Namun tetap saja, redaksi dan manajemen harus intens melakukan berbagai cara agar websitenya banyak dikenal dan dikunjungi oleh pembaca. Kepalang sudah berniat ingin terjun ke bidang media online, lebih-lebih menjadi sarana promosi, redaksi dan manajemen harus melakukan langkah revolusioner agar keinginan menjadi nomor 1 tersebut bisa terwujud.

Selain PR di bidang peningkatan popularitas websitenya, saya kira pendekatan off-air juga bisa dilakukan. Seperti menjalin sinergi dengan berbagai pihak yang berkepentingan, memetakan komunitas entrepreneur, barter iklan dengan aneka benefit yang diharapkan, kerjasama voucher diskon dan sebagainya.

Selamat bekerja Bi-Pro Magazine. Saya tunggu perbaikan mendasar dalam menyajikan dan pengayaan kontennya.

Kawan sejati ada di saat terpuruk
Memberi pegangan bukan ikut terpuruk
Tak juga memberi sanjungan yang muluk-muluk

Fans yang setia jujur memberi masukan 
Di setiap keadaan
Ayo Bi-Pro Magazine Maju Jalan! 
Mimpi itu mari bersama wujudkan

------
Tulisan ini diikutsertakan dalam ajang lomba penulisan
Lomba karya tulis bloger dengan hadiah total puluhan juta rupiah
bersama Bi-Pro Magazine

2013-05-12

Resensi Buku Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati



Resensi Buku  Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati -- Membaca buku setebal 320 halaman ini, serasa membaca majalah Intisari edisi khusus. Sama sekali tak ada 'bau' buku formal di dalamnya. Bagaimana tidak, sejak halaman pengantar hingga halaman terakhir, buku karangan Wahyu Aditya ini penuh dengan ilustrasi kreatif nan sableng. Hura-hura dengan layout orisinil dan hemat dalam pemilihan kata.

Alih-alih memainkan layout buku dengan energi kreatif yang elegan, layaknya buku-buku genre how-to lain yang secara rapi dan teratur menempatkan ilustrasi, caption dan footer, founder Hellomotion Academy ini lebih menjadikan bukunya bak catatan binder kuliah yang dikumpulkan dari perjalanan hidupnya, lengkap dengan coretan ilustrasi ala scratch book, serba spontan. Memang menjadi kreatif itu harus berani keluar dari pakem, istilahnya Out of the Box.

Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati

Segar benar rasanya menyeruput ide yang digagas Wahyu Adiya (selanjutnya ditulis dengan akun Twitternya aja ya, @maswaditya namanya kepanjangan kalo mau ditulis terus :) .

Publik barangkali mengenal @maswaditya sebagai pendiri Hellomotion Academy dan penggagas festival film pendek dan pop culture Hellofest. Sedang saya mengenalnya lebih dekat baru di buku ini. Sebelumnya pernah kesasar ke web milik Kementerian Desain Republik Indonesia (KDRI) yang katanya belum atau malah tidak (akan pernah) sah.

Entah, magnet apa yang menuntun mata saya melihat bahkan sampai membeli buku Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati ini. Padahal, mati-matian saya tahan nafsu tidak membeli buku komik-komik Indonesia keluaran terbaru di Gramedia eh, ngeliat cover buku ini dari kejauhan dan judulnya yang provokatif, membuat saya ringan saja mengambil dari tumpukan buku yang sebenarnya bagus-bagus juga di sebelahnya.

Bismillah, tak lupa saya ucapkan, semoga saya mendapat manfaat dari buku ini.
Dan benar, buku ini sangat luar biasa!
Baiklah mari kita lihat apa yang luar biasa dari Sila ke-6 : Kreatif Sampai Mati ini.


Yang pertama tentu saja, layout dan penyusunan kontennya. Sesuai dengan judulnya, Kreatif Sampai Mati maka buku ini harus mempertanggungjawabkan jargon kreatif yang diusung, kalo nggak pastilah buku ini akan menuai cibiran.

Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati
Sejak cover, @maswaditya sudah bikin ulah. Apa karena nggak pede dengan cover buatan sendiri (tentu saja ini tidak mungkin sama sekali!) atau malah berbaik hati memberi kesempatan kepada pembaca yang mengaku-ngaku insan kreatif untuk memanfaatkan space kosong yang ada di lipatan bagian dalam cover, dengan kreasi cover sendiri. Keren!

Kedua, menyimak penuturan @maswaditya bab per bab - yang mana tak perlu dibaca secara berurutan, rasanya enuaaak tenan. Kok bisa? Ya, karena @maswaditya adalah pelaku sejarah yang kreatif memberikan motivasi di dalam buku ini. Praktisi yang pandai memotivasi, tentunya mempunyai nilai sendiri untuk lebih memprovokasi para sidang pembacanya yang budiman.

Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati

Ketiga, setiap peralihan bab, ada ilustrasi yang super cool. Ibarat Gola Gong yang setia di setiap pangkal bab menyisipkan bait puisi di novel legendarisnya Balada si Roy, maka @maswaditya dengan sengaja dan sadar diri menyisipkan kutipan kata-kata motivasi untuk berkreatif lengkap dengan ilustrasi menawan dan tipografi yang sangat memikat visual. Saya sangat suka!

Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati

Ke empat, buku ini banyak menceritakan pengalaman teman, pengalaman sendiri hingga kegalauannya tentang logo HUT RI yang tak mengalami perubahan sama sekali, yang justru membangkitkan semangat nasionalismenya untuk mendesain ulang logo HUT RI dan menyebarkannya secara gratis (common Creative). Bahasanya sangat lugas dan jujur ada apanya.


Oya, sebelum kelupaan. Sangat beruntung @maswaditya punya partner sehidup semati yang bersedia memberikan masukan membangun ( atau hampir 'membunuhnya' karena frustasi dikritik melulu) yakni istrinya @helloarie. Tentang hal ini bisa dibaca pada 'Butir 16 Fleksibel Saja' bagian 'Berdampingan dengan Feedback Expert'.

Bagaimana untuk desain cover buku ini saja, @maswaditya harus rela dikritik dengan lapang dada walaupun tentu saja dengan sedikit bocor emosi di sana sini. Termasuk kritikan @helloarie saat proof tulisan buku disodorkan, yang katanya terlalu formal, bapak-bapak dan buian kamu banget! Kalau bukan karena kritikan tulus dari sang istri tentulah buku ini tak jauh beda kadar kreatifnya dibanding buku lain.

Pokoknya semua isi buku menarik! Kamu harus beli Sila Ke-6 : Kreatif Sampai Mati, kalo nggak rugi banget. Jarang-jarang ada 'orang dalam' dari Kementrian Desain Republik Indonesia (KDRI) - bersedia turun gunung berbagi ilmu dan blusukan menceritakan pengalamannya untuk memotivasi manusia kreatif Indonesia.

Salam Kreatif Sampai Mati!

Sumber Foto : http://kdri.web.id/ksm

2011-05-18

Klip Hipnotis : Wujud Nasionalisme seorang IDP


Ewok (E) : IDP siapa? Anak mana ntuh? Nama partai baru ya??
Pakde Zaki (Z) : Jiaahh.. Hare gene nggak kenal sama IDP. Kesian deh kamu Wok! Pasti kamu jarang nge-blog ya..
E : Deuuh, jangan gitu dong Pakde. Saya kan memang nggak tahu bener
     siapa IDP ...
Z : Iya deh, jangan sewot gitu.
     IDP itu singkatan dari nama Indah Dewi Pertiwi. Artis belia pendatang
     baru di dunia musik. Baru-baru ini dapet penghargaan SCTV Award.
E : Ooo.. trus apa kelebihannya, sampe Pakde begitu terpikat dengan
     video klipnya..
Z : Waduh, dasar Ewok nggak ap-to-det..
      Sini tak liatin klip lagu Hipnotisnya. Dijamin kinclong punya!!
E : Ahh, pasti biasa saja, kayak klip penyanyi yang lain..
Z : Salah total ! Klip yang ini canggih banget.
 

E : He-he... jadi malu.
     Sip dah Pakde, moncer banget klipnya. Bener-bener canggih.
     Saya baru liat yang kayak gini.
Z : Ya iyalah, pakde eh IDP gitu loh..
E : Wah-wah.. Indah Dewi Pertiwi emang cakep. Klipnya cakep. Musiknya
     maknyuss..
Z : Ya iyalah, masak ya iya dong..
      Musisi pendukungnya aja, musisi kondang
      Bukan Odong-odong. He-he..
E :  Bisa aja pakde ini.. Tapi kok bisa ya buat klip sebagus itu..
Z : Ya bisalah. Banyak pihak yang terlibat dalam pembuatan video
      klip Hiptonis yang spektakuler ini.
      Bahkan untuk animasi 3Dnya, salah satunya bikinan anak negeri.
      Namanya Deddy Syam, salah seorang dosen di Binus. 
E :  Wah bagus itu. Aku juga liat. Kontennya pun lokal banget. Walaupun
      futuristik, tapi Indonesia Rayanya kerasa! Apa itu sebutannya ya,
      Ting lokal, ek global..
Z : Gundulmu! Yang bener kalo mengutip, udah salah belepotan pula.
     Think global, act local.
E : Ya, kurang lebih segitulah Pakde.. Pokoknya mantap.
     Empat jempol buat Indah Dewi Pertiwi. Idenya global -- Tentang 
     Kampanye Penyelamatan Bumi. Tapi konsep video klipnya kental
     dengan konten lokal.
Z : Heh, kali ini saya setuju sama sampeyan..


2011-05-14

Curhat pengguna SMART paket basic

Denger-denger, SMART sudah mengeluarkan daftar paket dan tarif baru paket SMART per 1 Mei kemarin. Katanya, mulai ada pengetatan bandwith. Ya mudah-mudahan saja, tidak ada perubahan berarti terhadap kepuasan konsumennya. Terutama saya yang baru tiga bulan ini menjadi konsumen SMART.

Saya termasuk yang cukup puas dengan kualitas SMART dengan jaringan EVDO Rev A nya. Yang walaupun berlangganan paket basic yang hanya Rp45.000 per bulan itu, bisa mendapatkan akses internet unlimited. Itupun sudah puas browsing, mendownload lagu dan film. Bahkan, bila surfing di waktu pagi dan tengah malam, kecepatannya bisa tembus di atas 300 kbps! Wow..

Padahal, katanya kan untuk paket basic ini, kecepatan up to 153 kbps saja. Selain itu, nonton Youtube secara streaming  pun bisa dikatakan tanpa buffering yang berarti. Ada sih lag dikit-dikit, namun tidak mengganggu, nggak sampai 2 detik.. Terus, IPnya pun IP dynamic. Walaupun share dengan pengguna yang lain, tak mengapa bila kita hendak download di layanan file hosting seperti Rapidshare, Megaupload, Enterupload hingga Mediafire. Apalagi untuk bermain PTC yang membutuhkan IP unique. Kalau terkendala, cukup restart modemnya, maka IPnya sudah berubah,

So, dengan kebijakan SMART yang baru berupa tarif baru paket SMART, kalaupun tujuannya memang untuk menghemat bandwith atau karena strategi bisnis dengan masukknya Bakrie Tel (AHA!) ke ranah data di kelas EVDO Rev A, besar harapan saya sebagai pengguna SMART tidak mengurangi kenyamanan yang selama ini kami dapatkan.

Terus terang, saya tidak percaya dengan paket data dari operator lain (terutama GSM), yang katanya unlimited tapi nyatanya, pakai kuota sekian Gigabyte. Tapi dengan SMART, saya sudah merasakan kepuasan yang sangat berarti. Hidup SMART!

Note disclaimer : Saya bukan orang marketing SMART, dan keluarga saya tidak ada yang bekerja di SMART. Jadi, walaupun tulisan ini dari saya pribadi namun saya berusaha objektif.

----- SMART, Tak Bisa Dipuji ----

Sepertinya, kepuasan yang saya dapatkan kemaren selama Februari hingga Mei 2011, ibarat pengantin baru yang tengah menikmati masa-masa indah bulan madu. Karena, memasuki pertengahan Juni hingga sekarang (akhir Juli 2011) kualitas sinyal SMART (Di tiga tempat, yakni rumah saya (Banyuasin), di Kantor (Angkatan 66, Palembang) serta di rumah mertua (Perumas Sako), jelek -- sangat-sangat jelek. Tidak siang tidak malam. tidak pernah lagi saya merasakan kestabilan sinyal. Bahkan, gmail yang biasanya lancar jaya, lebih sering terbuka versi HTML-nya (koneksi lambat) atau malah muncul pesan Galat...
Sekedar buka Gmail saja, sering GALAT :(

Kecepatan download pake IDM, cuma tembus 12 kbps

Yah, walaupun saya hanya pengguna unlimited paket dasar (Rp 45.000/bulan) dengan jaminan bisa mendapat kecepatan up to 153kbps. Nyatanya, lebih sering dapat hanya 20 kbps. Bahkan di jam sibuk, malah melayu di kisaran 9 kbps.

Speechless -- Bener-bener nggak ada yang tulus kasih murah berkualitas di negeri ini. Hikkss-hiks..

2010-03-22

Windows Mobile Software


What should you do to improve your windows phone? Why you do not try to add applications with original software. Here is you can find any software in new interactive website. Just visit www.softwarewm.com and finding what you seek. 

Indeed, last time I came there, only 3 new software added. But the owner promised, that he will enriched Windows Mobile-based applications. So just wait and see!

2010-02-24

Youcrazytube, alternatif hiburan penghilang suntuk


Suntuk dengan pekerjaan?
Lagi boring, bales komen facebook?
Males ngikuti orang di twitter?
Lepaskanlah beban barang sebentar, dengan tersenyum. Syukur kalo bisa tertawa lepas.

Coba kunjungi situs www.youcrazytube.com. Lumayan, ada banyak koleksi video lucu di sini. Formatnya streaming.

Contoh video yang berjudul Girl afraid in her own shadow!. Ha-ha.. tega bener, orang tua nakut-nakutin anaknya dengan bayangan sendiri.

Dengan format dan tampilan yang sangat familiar, kamu tidak perlu bingung-bingung dengan kontrol navigasi yang ada. Tinggal klik video yang kamu sukai, proses buffering pun berjalan. Tidak lama. Karena durasi videonya pendek-pendek, antara 15 detik - 3 menit.
Lumayan untuk membuang stres..

2010-01-13

Keren, Flash disk 4 GB plus slot Micro SD!


          Pertama sekali lihat fisik Flash disk ini saya benar-benar dibikin takjub. Dengan bentuk yang tidak jauh beda dengan flash disk mungil lainnya, UFD (USB Flash Disk) bertajuk Silicon Power ini ternyata menyimpan nilai tambah. Yakni dengan disediakannya slot Micro SD di bagian belakang sebagai card reader.  Keren banget kan?

          Jadi produk ini sangat direkomendasikan bagi mereka yang butuh card reader, khususnya yang berfisik Micro SD, dan media penyimpan sebesar 4 GB. Sudah sangat lumayan untuk menyimpan file 'bagong' seperti musik dan film. Termasuk aplikasi portabel yang sekarang semakin menjamur.

          Asyiknya lagi, ketika dicolokkan ke komputer (dengan posisi, slot telah tertancap memory Micro SD), terbaca langsung dua removable device. Yakni storage punya UFD sendiri dan satunya lagi storage milik memory card. Mengenai kecepatan transfer file, saya mencobanya dengan mentransfer dua folder berkas musik sebesar 177 MB, tidak sampai 2 menit.

         Yang pasti, membeli produk ini tidak akan rugi. Karena dua keunggulannya, merupakan sesuatu yang telah menjadi kebutuhan kebanyakan orang. Sedikit saran untuk produsennya, pertimbangkan opsi untuk menambah pula Bluetooth USB Adapter-nya. Biart mantaf!

         Oiya, harganya Rp 140.000. Dan jangan salah kaprah ya, dalam paket penjualannya tidak ada micro SD-nya.  

Kelebihan : UFD dengan kapasitas 4 GB plus slot micro SD sebagai card reader
Kekurangan : Tidak ada, kecuali produsen memikirkan untuk menambah Bluetooth adapter. Biar tambah maknyuss..

2009-12-17

Mencicipi Hape Multimedia : CROSS CG76


Saya coba review produk hape lokal, bertajuk CROSS CG76. Sudah hampir tujuh bulan ini saya gunakan. Awalnya kebutuhan saya adalah, hape yang support dua kartu GSM dan CDMA. Soalnya repot banget, kemana-mana bawa dua hape. Jadi saya pikir, ini sudah jadi kebutuhan.


Ceritanya, membeli hape ini juga merupakan bentuk kekecewaan saya, karena gagal membeli Motorola QWERTY, MotoQ. Di mana, saya liat di tabloid Pulsa sama koran lokal, itu harganya 1,6 juta. Udah didukung pula oleh OS Windows mobile 6.0. Ini jauh sebelum keluar Samsung seri Corby sama LG GW30 itu. Jadi, untuk ukuran hape 'asli' QWERTY, waktu itu sangat murah. Tapi ketika sampai di dealer resmi Motorola di kota saya, jawabannya stok habis! Kesel khan? Padahal baru sehari sebelumnya saya lihat iklannya di koran lokal. Coba tanya konter hape yang ada di mal PS, barangnya ada tapi harganya masih 2 jutaan! Dobel deh keselnya..

Jadi, daripada uangnya lenyap habis gak karuan, ya udah saya beliin hape ini saja. Yang mereknya saja saya nggak kenal..

Yang pertama saya unggulkan dari hape ini adalah Dual Moda (GSM+ CDMA, Dual on) dan Analog TV. Selebihnya, standar hape china lainnya : MP3+MP4 (AVI) player, Ebook reader (txt format), WAP, GPRS kelas 10. Oya ada juga Bluetooth yang sangat gampang pemakaiannya.
dan very useful.

Hadirnya fitur ebook reader, mampu memuaskan hobi saya dalam membaca novel. Memang hanya format txt yang didukungnya. Namun, hal ini justru menguntungkan karena penggunanya cukup menaik-turunkan scroll yang ada. Tak perlu menggeder-geser ke seluruh arah layaknya menggunakan hand toll.

Nama vendornya memang masih aneh, tapi performa hape cukup friendly. Baik dalam hal koneksi internet, penggunaan bluetooth, sampai untuk fungsi hiburannya. Hape ini juga tak memerlukan driver khusus ketika dicolokkan ke komputer kita dan langsung terbaca sebagai mass storage.  

Saat dicolokkan, pilihan yang langsung muncul adalah mass storage, COM port dan Web cam. Untuk pilihan modem (COM port) saya belum berhasil mencobanya sedangkan untuk Webcam belum mencoba karena kabel datanya (yang sekaligus berfungsi sebagai charger) keburu rusak (Catet, usinya hanya 4 bulan!).

Gambar yang dihasilkan cukup bagus, tapi memang masih sekelas VGA. Dengan layar jenis 2.6” QVGA 240 x 320, layar yang ada cukup luas. Oiya, hape ini juga sudah touchscreen. Jadi kalo lagi males ngetik atau sayang dengan keypadnya, bisa gunakan stylus. Bukan apa-apa, saat ini saja hape saya ini sudah tergores di sana-sini. Terutama bagian belakang casing yang berwarna silver, tepatnya di lingkaran yang mengelilingi kamera. Sudah mengelupas..

Yah, itulah resiko memilih hape China. Fiturnya lengkap namun terbatas. Jadi ada benarnya kalo yang bilang, merek juga menentukan tingkat kepuasan. Tapi, memang harus ada dana berlebih untuk mendapatkan hape bermerek dengan kategori mid-end. Satu saja kelebihan hape china di luar harganya yang miring, penggunaan fiturnya yang sangat gampang. Semisal internetnya bisa langsung konek tanpa perlu banyak setingan, banyak dibuatkan short key dan sebagainya.   

----

Kelebihan : Multi Media : Dual moda (GDM+CDMA on), TV Analog, Kamera VGA (foto+video), MP3+MP4 Player, Ebook reader (.txt format)

Kekurangan: Belum mendukung Java, tidak ada OS, kamera masih VGA, casing-nya mudah lecet. Saya juga ekstra hati-hati menggunakan keypadnya, takut jebol duluan.

Harga Beli : Rp 1.550.000

(Sebagian tulisan saya ambil dari Indorating.com, tulisan saya sendiri.