2012-04-27

Resensi Buku : Brokerpreneur (Yusuf Shembah)


Brokerpreneur - Orang bilang kesuksesan itu bisa ditularkan. Orang juga bilang, baik aura positif maupun aura negatif dua-duanya bisa ditularkan pula. Maka bila kemudian banyak buku-buku motivasi yang bermunculan di toko-toko buku, baik yang ditulis oleh penulis 'spesialis' best seller maupun penulis baru, seharusnya bisa kita apresiasi. Bahwa ada niat baik dari penerbitan buku-buku tersebut.

Begitu pula dengan buku yang berjudul Brokerpreneur : Kerja Kopral Gaji Jenderal karangan Yusuf 'Shembah'. Pendatang baru yang mengenalkan istilah baru pula : Broker-preneur. Bagaimana Cara Jadi Pengusaha Sukses, Meraih Penghasilan Tanpa Produk, Cara Cepat Bangkit dari Kebangkrutan.

Ada semangat baru yang coba ditularkan. Ya, semangat untuk menjadi broker. Atau dalam bahasa kita sehari-hari : makelar. Yakni orang yang menjadi perantara antara pihak penjual dan pembeli, di mana setelah transaksi terjadi maka broker akan mendapatkan fee. Baik dari pihak penjual atau pihak pembeli atau malah kedua belah pihak tergantung perjanjian awalnya.

Tapi, Yusuf Shembah menolak disebut sebagai makelar (biasa).
"Brokerpreneur berasal dari kata broker dan entrepreneur. Cikal bakalnya memang berawal dari profesi makelar. Mengapa saya mendefinisikannya berbeda? -- Brokerpreneur merupakan sebutan saya untuk profesi pengusaha yang tugas utamanya adalah membantu menjualkan produk orang lain. 
Namun yang membedakan seorang brokerpreneur dengan makelar adalah bagaimana menjual sesuatu dengan sistem terpola. Sistem di sini meliputi dari kontrol produksi, membangun branding, kemasan/performance, target market dan kontinyuitas passive income untuk kedua belah pihak." 
(Halaman 8 - 9)

Artinya, tak seperti makelar yang biasanya hanya bermodal mulut saja, seorang brokerpreneur melengkapi dirinya dengan pola marketing yang jelas, terarah dan terukur. Bahkan, Yusuf menganjurkan paling tidak kita sendiri punya kartu nama sendiri dan jangan sungkan untuk mengeluarkan sedikit modal berupa pamflet, brosur atau apalah. Sehingga, terkesan seorang brokenpreneur itu bekerja profesional dan ujung-ujungnya menaikkan posisi tawar dalam menentukan management fee.  

Apa yang dituliskan dalam buku ini, mengingatkan saya pada kredo yang disandarkan pada sosok Purdi Chandra 'Bapaknya entrepreneur muda Indonesia'. Yakni BODOL, BOTOL dan BOBOL. Yang kemudian banyak diterjemahkan oleh para motivator lain.

BODOL, artinya Berani Optimis dengan Dana Orang Lain
BOTOL, artinya Berani Optimis dengan Tangan Orang Lain
BOBOL, artinya Berani Optimis dengan Bisnis Orang Lain

Seorang motivator asli dari palembang, Andi Sapran (owner Entreprenur Padepokan) malah mengkreasikan menjadi Sukses Usaha DOL (dana orang lain),  Sukses Usaha TOL, (tenaga orang Lain), Sukses Usaha BOL (barang orang lain) dan Sukses Usaha NOL (nama orang lain)
Apapun itu, seorang Yusuf Shembah telah berhasil membuka peluang 'obyekan' baru dan semakin mengibarkan semangat berbisnis tanpa modal. Sehingga sebutan makelar pun bisa menjadi lebih bergengsi dengan adanya istilah Brokerpreneur ini.

Selamat membaca!

Makasih ya udah mampir ke blog Pakde. Besok-besok dateng lagi..
Monggo diisi feedback komennya di bawah ini
EmoticonEmoticon